Perkembangbiakan Makhluk Hidup
1.1. Perkembangbiakan pada Manusia
Salah satu ciri makhluk hidup adalah
dapat berkembang biak. Makhluk hidup berkembang biak untuk melestarikan
jenisnya agar tidak punah. Demikian pula manusia. Untuk melestarikan jenisnya,
manusia berkembang biak secara kawin (generatif).
Perkembangbiakan secara kawin ter-jadi karena ada proses penggabungan antara
sel sperma dan sel telur. Sel sperma dihasilkan laki-laki
dan sel telur dihasilkan perempuan.
Pertumbuhan dan perkembangan manusia
dimulai sejak penggabungan antara sel sperma dan sel telur yang membentuk zigot. Zigot merupakan
cikal bakal dari individu baru. Pertumbuhan dan perkembangan berlanjut hingga
manusia dewasa dan akan mengalami penuaan. Pertumbuhan dan perkembangan pada
manusia secara umum terjadi dalam dua tahap.
Pertumbuhan dan perkembangan tahap
pertama terjadi di dalam rahim. Adapun pertumbuhan dan perkembangan tahap kedua
terjadi di luar rahim. Pertumbuhan adalah pertambahan
ukuran tubuh. Contohnya, bertambahnya berat badan dan tinggi badan.
Adapun perkembangan adalah kegiatan sel-sel dalam
membentuk fungsi-fungsi khusus tubuh.
A. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia di dalam Rahim.
Pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim dimulai ketika terjadi penggabungan antara sel sperma dan sel telur. Rahim hanya dimiliki perempuan. Jadi, pertumbuhan dan perkembangan pertama kali terjadi di dalam tubuh seorang ibu. Bergabungnya sel sperma dan sel telur akan membentuk zigot. Proses tersebut dinamakan dengan proses pembuahan atau fertilisasi. Setelah terjadi pembuahan, zigot akan terus membelah dan membentuk embrio. Setelah 120 jam dari pembelahan, embrio akan menempel di dinding rahim ibu. Perhatikanlah Gambar dibawah ini. Proses penempelan ini disebut implantasi.
Embrio tumbuh menjadi janin dan mulai mendapatkan makanan dan oksigen. Makanan dan oksigen diperoleh dari ibu.
Gambar 1
Masa pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim disebut juga dengan masa kehamilan. Masa kehamilan itu terjadi selama kurang lebih 38 minggu. Setelah kurang lebih 38 minggu di dalam rahim, bayi akan lahir ke dunia dan memulai pertumbuhan dan perkembangannya di luar rahim. Proses pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim dapat dijelaskan dalam Gambar berikut.
Gambar 2
A.
Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia di Luar Rahim
Pertumbuhan dan perkembangan manusia
di luar rahim atau setelah lahir terjadi dalam beberapa tahap.
Elizabeth Hurlock, seorang ahli psikologi perkembangan, membaginya ke
dalam empat tahapan. Tahapannya sebagai berikut.
1. Tahap orok, mulai
lahir sampai usia dua minggu.
2. Tahap bayi,
mulai usia dua minggu sampai usia dua tahun.
3. Tahap
kanak-kanak, mulai usia dua tahun sampai masa pubertas
(sekitar 11 tahun).
4. Tahap remaja
atau pubertas, mulai usia 11 tahun sampai 21 tahun.
Setelah tahap remaja atau pubertas,
manusia mengalami tahap dewasa. Manusia terus mengalami penuaan
sampai tahap manula. Pada proses penuaan, secara fisik tubuh tidak
mengalami pertumbuhan lagi, namun berkurang kemampuannya.
Perubahan fisik manusia paling
banyak terjadi pada masa remaja. Masa ini disebut juga dengan masa
pubertas. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis (emosi),
serta aktifnya alat perkembangbiakan. Perubahan yang terjadi
pada masa pubertas laki-laki berbeda dengan perempuan.
a)
Pubertas pada Laki-Laki
Pada masa pubertas, setiap laki-laki akan
mengalami perubahan sebagai berikut:
1) Tumbuhnya
tulang yang menonjol di tengah-tengah leher. Tulang ini disebut jakun.
Tumbuh-nya jakun ini disertai dengan membesarnya suara.
2) Tumbuhnya
rambut-rambut di beberapa bagian tubuh, antara lain kumis, janggut, rambut
di ketiak, dan rambut di sekitar alat kelamin.
3) Dada akan
lebih membidang.
Selain
perubahan fisik pada Gambar disamping alat perkembangbiakan
laki-laki pun (testis) mulai aktif dalam menghasilkan sperma. Selain itu,
perubahan psikologis yang terjadi adalah mulai tertariknya pada lawan
jenis.
b)
Pubertas pada Perempuan
Perubahan fisik perempuan pada
saat pubertas akan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan
laki-laki. Perubahan yang dialami adalah sebagai berikut.
1) Tumbuhnya
payudara.
2) Pinggul
melebar sehingga bentuk tubuh pun akan terlihat lebih melekuk.
3) Tumbuhnya
rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin.
Selain ciri-ciri fisik
tersebut, perubahan lain adalah alat perkembangbiakan perempuan yang
mulai berfungsi. Hal itu ditandai dengan menstruasi. Mens-truasi adalah
keluarnya darah dari kelamin wanita. Hal itu disebabkan oleh terjadinya
peluruhan dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan pada sel telur
wanita. Hal itu terjadi secara bersiklus. Siklusnya adalah sekitar 28
hari.
B.
Cara Menghadapi Masa Pubertas
Pada masa pubertas, banyak perubahan
yang terjadi pada diri kamu yang tidak kamu duga. Pada masa pubertas
itu akan terjadi ketidakstabilan emosi. Beberapa hal yang perlu dilakukan
untuk menghadapi masa pubertas ialah sebagai berikut :
1) Bersikap
tenang dan percaya diri.
2) Bersikap
jujur dan terbuka kepada orang yang kamu percayai ketika terjadi perasaan
yang tidak enak. Hal itu akan membantu memberi ketenangan dan jalan
keluar.
3) Selalu
menjaga kebersihan seluruh tubuh dan alat kelamin.
1.2.
Perkembangbiakan pada Hewan
A. Perkembangbiakan
Secara Kawin (Generatif)
Perkembangbiakan secara kawin terjadi karena adanya
pembuahan sel telur oleh sel sperma. Perkembangbiakan secara kawin pada
hewan dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
1.
Hewan yang Berkembangbiak dengan Bertelur (Ovipar)
Hewan yang berkembang
biak secara bertelur disebut ovipar. Pada hewan
bertelur,pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di
luar tubuh induknya. Embrio itu dibungkus dan dilindungi
oleh cangkang. Embrio di dalam telur ini dilengkapi
dengan kuning telur (yolk). Kuning telur
digunakan sebagai cadangan makanan untuk perkembangan embrio.Jika embrio telah
tumbuh sempurna, telur akan menetas dan keluarlah individu baru.
Contoh hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur yaitu, burung, ayam,
bebek, cicak, buaya,dan penyu.
Setelah hewan bertelur, ada hewan
yang mengerami telurnya, tetapi ada juga hewan yang tidak mengerami telurnya.
Beberapa contoh hewan yang mengerami telurnya: ayam, burung, dan bebek. Contoh
hewan yang tidak menegrami telurnya: cicak, buaya, dan penyu.
2.
Hewan yang Berkembangbiak dengan Melahirkan (Vivipar)
Pada hewan yang melahirkan
anak, sel telur dibuahi oleh sperma di dalam tubuh induknya.
Pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di
dalam tubuh induknya. Embrio akan berada di dalam
tubuh induknya sampai waktunya dilahirkan. Hewan yang berkembang biak
secara melahirkan disebut vivipar. Contohnya, sapi, kucing,
kambing, dan singa. Ada hewan yang memiliki sel kelamin jantan dan sel
kelamin betina dalam satu tubuh. Hewan ini disebut hermaprodit,
contoh cacing tanah dan bekicot.
3.
Hewan yang Berkembangbiak dengan Bertelur dan Melahirkan
(Ovovivipar)
Selain hewan ovipar dan vivipar,
ada juga hewan yang dapat bertelur-melahirkan (ovovivipar). Pada
hewan ovovivipar, setelah terjadi pembuahan, telur terus
berkembang di dalam tubuh induk. Makanan yang dibutuhkan embrio tidak
berasal dari induk. Akan tetapi, makanan berasal dari
cadangan makanan yang terdapat di dalam telur. Setelah telur menetas
tiba waktunya dilahirkan, individu baru akan keluar dari
tubuh induknya. Contoh hewan ovovivipar adalah
paus, ikan pari, dan beberapa jenis ular.
B. Perkembangbiakan
secara tidak kawin (Vegetatif)
Merupakan
perkembangbiakan tanpa melalui proses perkawinan atau disebut juga
perkembangbiakan aseksual. Biasanya hanya terjadi pada hewan-hewan
tingkat rendah. Perkembangbiakan dengan cara
ini juga terbagi menjadi tiga cara yaitu:
1)
Tunas
Hydra adalah
hewan yang tidak bertulang belakang. Hydra hidup pada air
tawar. Pada tubuh Hydra dewasa akan muncul tonjolan.
Tonjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar. Ketika setelah
cukup besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh induknya. Tunas yang
terlepas akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
2)
Fragmentasi
Fragmentasi adalah
perkembangbiakan yang berasal dari potongan tubuhnya sendiri. Contoh hewan
yang berkembang biak dengan cara fragmentasi adalah planaria.
Cacing planaria merupakan cacing
pipih. Planaria bisa kamu temukan di bawah bebatuan di sungai.
Ukurannya sangat kecil . Jika kita potong salah satu bagian tubuhnya,
potongan tubuh itu akan tumbuh menjadi individu baru.
3)
Membelah diri
Membelah diri merupakan cara perkembangbiakan dengan membelah
dirinya. Perhatikan prosesnya seperti gambar dibawah.
Contoh : Protozoa (amoeba,
paramecium)
1.3.
Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Cara perkembangbiakan tumbuhan dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu perkembangbiakan secara generatif (kawin)
dan perkembangbiakan secara vegetatif (tak kawin).
1. Perkembangbiakan
secara Generatif
Alat perkembangbiakan secara generatif adalah bunga. Bagian-bagian bunga
terdiri atas tangkai bunga, dasar bunga, kelopak bunga, mahkota bunga,
benangsari, dan putik. Benang sari adalah alat kelamin jantan. Sedangkan putik
adalah alat kelamin betina. Tumbuhan yang berkembangbiak secara generatif artinya
berkembangbiak dengan cara menanam biji yang sudah tua atau pembiakan yang
didahului dengan proses penyerbukan, yaitu jatuhnya serbuk sari ke kepala putik
sehingga terjadi pembuahan
Tahapan Proses Pembuahan
Perhatikan alur proses pembuahan di atas.
1.
Lebah hinggap pada benang sari sehingga serbuk sari
melekat padanya.
2.
Lebah mengenai putik, sehingga serbuk sari menempel
pada putik.
3.
Terjadi pembuahan.
4. Muncul bakal buah/bakal biji.
2. Penyerbukan
Penyerbukan adalah jatuhnya benang sari ke kepala
putik. Penyerbukan dapat dibantu oleh angin, air, hewan, dan manusia.
Ciri-ciri penyerbukan oleh angin:
1)
Serbuk sarinya banyak dan ringan
2)
Kepala putik berbulu dan menjulur keluar dari bunga
Contohnya: jagung dan rumput-rumputan.
Ciri-ciri penyerbukan oleh hewan:
1) Mahkota
berwarna mencolok dan besar
2) Bunga
mengeluarkan bau yang khas
3) Bunga
memiliki nektar (madu).
Contohnya: raflesia, mawar, aster, dan lain-lain.
Berdasarkan asal serbuk sarinya,
ada empat macam penyerbukan, yaitu:
1) Pernyerbukan
sendiri, yaitu penyerbukan dalam satu bunga.
2) Penyerbukan
tetangga, yaitu peneyrbukan pada bunga yang berbeda tapi tetap satu pohon.
3) Penyerbukan
silang, yaitu penyerbukan pada bunga yang berbeda pohon.
Penyerbukan bastar, yaitu penyerbukan pada bunga yang
berbeda jenis/spesies.
3. Perkembangbiakan
Secara Vegetatif
Perkembangbiakan vegetatif adalah
perkembangbiakan makhluk hidup tanpa melibatkan alat kelamin jantan dan alat
kelamin betina, disebut juga perkembangbiakan tak kawin. Perkembangbiakan
secara vegetatif pada tumbuhan ada dua, yaitu vegetatif alami
dan vegetatif buatan.
a. Perkembangbiakan Vegetatif Alami
Perkembangbiakan vegetatif alami
adalah perkembangbiakan tak kawin, terjadi secara alami, tanpa campur tangan
manusia. Macam-macam perkembangbiakan secara vegetatif alami,
antara lain:
1)
Tunas
Tunas adalah bakal
anak yang tumbuh dari batang induknya. Contoh: pohon pisang dan bambu.
2)
Tunas Adventif
Tunas Adventif adalah tunas yang tidak tumbuh pada batang.
Contoh tunas adventif yaitu:
1)
Tunas pada daun, yaitu tunas yang tumbuh di daun.
contoh cocor bebek
2)
Tunas pada akar, yaitu tunas yang tumbuh dari akar
induknya. contoh pohon cemara
3)
Akar Tinggal (Rhizoma)
Akar tinggal adalah batang yang
menjalar di bawah tanah kemudian menjadi individu baru. Contoh: alang-alang,
jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak.
4)
Geragi/Stolo
Geragih/stolon adalah
batang yang menjalar di atas tanah kemudian menjadi individu baru. Contoh:
arbei, stroberi, semanggi, pegagan dan rumput teki.
5)
Umbi Batang
Umbi batang adalah batang yang
terdapat di dalam tanah, ujungnya menggelembung. Batang berfungsi menyimpan
cadangan makanan. Contoh: kentang dan ubi jalar.
6)
Umbi Lapis
Umbi lapis adalah umbi yang
berlapis-lapis dan di tengahnya terdapat tunas. Contoh: bawang merah, bawang
bombai, bakung, dan bunga tulip.
7)
Umbi Akar
Umbi akar adalah akar yang berfungsi
menyimpan cadangan makanan, akarnya menggembung. Contoh: singkong, wotel, dan
bunga dahlia.
b. Perkembangbiakan Vegetatif
Buatan
Perkembangbiakan vegetatif buatan
adalah perkembangbiakan dengan bantuan manusia dengan tujuan mempercepat proses
perkembangbiakan tumbuhan. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif buatan,
antara lain:
1.
Mencangkok
Mencangkok adalah usaha menumbuhkan akar
pada batang/cabang atau ranting tumbuhan. Tumbuhan yang dapat dicangkok
hanyalah tumbuhan yang berkambium (dikotil). Contoh: mangga, jambu,
durian, rambutan, dan jeruk. Kelemahan cara mencangkok adalah akar tumbuhan
menjadi tidak sekuat induknya. Keuntungannya adalah tumbuhan cepat berbuah.
2.
Okulasi/Menempel
Cara melakukan okulasi adalah
dengan menggabungkan dua tumbuhan yang sejenis dengan cara menempelkan tunas
dari suatu tumbuhan ke tumbuhan lainnya. Keuntungannya adalah dapat
menghasilkan tumbuhan jenis baru.
3.
Stek Batang
Stek batang
dilakukan dengan cara memotong batang tumbuhan kemudian menanam potongan batang
tersebut di tanah. Contoh: singkong dan tebu.
4.
Menyambung
Menyambung adalah cara
perkembangbiakan dua tumbuhan, dengan menyatukan pucuk tumbuhan satu dengan
batang bawah tumbuhan lainnya. Keuntungannya adalah mendapatkan individu baru
yang memiliki batang dan akar yang kuat dan buah yang diingikan.
5.
Merunduk
Merunduk dilakukan dengan cara merundukkan bagian batang tanaman ke tanah. Kemudian, setelah muncul akar pada bagian yang dirundukkan potong bagian tersebut maka akan menjadi tumbuhan baru. Contoh: anggur, selada air, anyelir, alamanda, dan bunga kertas.
Simak video dibawah ini agar kamu cepat memahami materi ini:
Beberapa referensi yang dapat kamu tonton untuk memperdalam materi perkembangbiakan makhluk hidup:
Perkembangbiakan pada manusia (reproduksi)
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari materi diatas, adalah:
Makhluk hidup pasti memiliki fase pertumbuhan dan perkembangbiakan
dimana fase tersebut ditandai dengan berubahnya bentuk fisik maupun secara
psikologis makhluk hidup itu sendiri baik manusia, hewan, maupu tumbuhan.
Selanjutnya adalah bahwa cara makhluk hidup berkembangbiak juga beranekaragam
khususnya pada tumbuhan dan hewan. Adapun tujuan utama makhluk hidup itu
berkembangbiak adalah untuk memperoleh keturunan.
1. Pertumbuhan
dan perkembangan manusia dimulai sejak penggabungan antara sel sperma dan sel
telur yang membentuk zigot. Zigot merupakan
cikal bakal dari individu baru. Pertumbuhan dan perkembangan berlanjut hingga
manusia dewasa dan akan mengalami penuaan.
2. Perkembangbiakan
pada hewan yaitu ovipar (bertelur), vivipar (melahirkan), dan ovovivipar
(bertelur-melahirkan).
3. Perkembangbiakan
pada tumbuhan meliputi:
a. Perkembangbiakan
secara generatif ini melalui penyerbukan benang sari dan kepala putik.
b. Perkembangbiakan
secara vegetatif meliputi vegetatif alami (tunas, tunas adventif, akar tinggal,
geragih, umbi batang, umbi lapis, umbi akar) dan vegetatif buatan (cangkok,
okulasi, menyambung, setek batang, merunduk).
Komentar
Posting Komentar